Review Makna Lagu Starboy: Sisi Gelap Hedonisme. Starboy, single The Weeknd featuring Daft Punk yang dirilis November 2016 sebagai lagu utama album Starboy, masih menjadi salah satu trek paling ikonik dan sering dianalisis hingga awal 2026. Hampir sepuluh tahun sejak rilis, lagu ini terus mendominasi playlist “dark pop”, “luxury flex”, dan “toxic success” di Spotify serta TikTok, dengan lebih dari 3,2 miliar streaming global. Di balik beat synth-pop yang dingin dan vokal The Weeknd yang penuh arogansi, Starboy menyimpan makna yang sangat gelap tentang sisi buruk hedonisme: kekayaan, ketenaran, dan gaya hidup mewah yang justru membuat seseorang semakin kesepian, kosong, dan kehilangan jati diri. Lagu ini bukan sekadar pameran flexing; ia adalah pengakuan jujur bahwa “starboy” lifestyle sering kali meninggalkan luka batin yang tak terlihat. TIPS MASAK
Lirik yang Penuh Ironi dan Kontradiksi: Review Makna Lagu Starboy: Sisi Gelap Hedonisme
Lirik Starboy dibuka dengan nada sombong yang khas The Weeknd: “I’m tryna put you in the worst mood, ah / P1 cleaner than your church shoes, ah”. Baris ini langsung menggambarkan sikap “look at me now”—mobil mewah, gaya hidup glamor, dan sikap meremehkan orang lain. Refrain ikonik “Look what you’ve done / I’m a motherfuckin’ starboy” berulang seperti pernyataan kemenangan, tapi di baliknya tersirat rasa hampa: “starboy” adalah persona yang dibuat untuk dunia luar, bukan kebahagiaan sejati.
Verse The Weeknd penuh dengan flexing yang disengaja berlebihan: “House so empty, need a centerpiece / Twenty on her choker, I’m in deja vu”. Ia menggambarkan rumah mewah yang kosong, perhiasan mahal yang hanya simbol status, dan deja vu—perasaan bahwa semuanya terasa berulang dan tak bermakna. Baris “You talking money, need a hearing aid” adalah sindiran tajam terhadap orang-orang yang hanya mendekat karena uang dan ketenaran, bukan karena dirinya sebagai manusia.
Daft Punk di chorus memberikan kontras dengan vokal robotik yang dingin, seolah-olah menggambarkan The Weeknd yang semakin “mesin” dalam gaya hidup hedonisnya—tanpa emosi, tanpa koneksi manusiawi. Lagu ini sengaja dibuat repetitif dan bombastis agar pendengar merasakan euforia sekaligus kekosongan yang menyelinap di balik kemewahan.
Produksi Synth-Pop Dingin dan Vokal yang Penuh Arogansi: Review Makna Lagu Starboy: Sisi Gelap Hedonisme
Produksi Daft Punk sangat khas: synth dingin, bass yang menggelegar pelan, dan tempo sedang sekitar 93 bpm memberikan nuansa malam kota besar yang mewah tapi sepi. Tidak ada drop besar atau elemen EDM berat; semuanya mengalir mulus seperti perjalanan malam tanpa tujuan.
Vokal The Weeknd di lagu ini sangat arogan dan detached: nada tinggi yang halus, auto-tune ringan, dan delivery yang terasa seperti orang yang sudah bosan dengan segalanya. Kontras antara melodi yang catchy dan lirik yang gelap inilah yang membuat Starboy begitu kuat: pendengar bisa menari sambil merasakan kekosongan di balik kata-kata “I’m a motherfuckin’ starboy”.
Makna Lebih Dalam: Hedonisme yang Merusak Jiwa
Di balik kesan lagu flexing biasa, Starboy sebenarnya adalah kritik terhadap sisi gelap ketenaran dan hedonisme. The Weeknd menggambarkan bahwa kekayaan, mobil mewah, dan wanita cantik tidak otomatis membawa kebahagiaan. “House so empty, need a centerpiece” adalah pengakuan bahwa rumah besar terasa kosong tanpa koneksi emosional yang tulus. “Starboy” adalah persona yang dibuat untuk dunia luar—sombong, dingin, dan tak tersentuh—tapi di dalamnya ada rasa hampa, paranoia, dan ketakutan bahwa semua ini hanya sementara.
Lagu ini juga menyentil tema bahwa ketenaran sering kali membuat seseorang kehilangan jati diri. The Weeknd menggambarkan dirinya sebagai “motherfuckin’ starboy” dengan nada bangga, tapi juga penuh kepahitan—seolah-olah ia sadar bahwa persona itu menghancurkan dirinya sendiri. Banyak pendengar merasa lagu ini seperti cermin: mereka melihat sisi gelap hedonisme yang terlihat menyenangkan dari luar, tapi sebenarnya menyisakan kekosongan dan kerusakan batin.
Kesimpulan
Starboy adalah lagu yang langka: bombastis sekaligus sangat jujur, mewah tapi penuh kekosongan, dan timeless tanpa terasa kuno. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang penuh ironis dan kontradiksi, produksi synth-pop dingin yang adiktif, serta vokal The Weeknd yang terasa seperti pengakuan terselubung. Lagu ini berhasil menjadi anthem bagi siapa saja yang pernah merasakan euforia hedonisme tapi juga kekosongan di baliknya—membuat pendengar menari sambil merenung. Jika kamu sedang dalam fase “hidup mewah tapi terasa hampa”, lagu ini adalah pengingat yang tepat: “starboy” lifestyle terlihat indah dari luar, tapi sering kali meninggalkan luka batin yang tak terlihat. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan semakin memahami bahwa “look what you’ve done” adalah pertanyaan kepada diri sendiri. Starboy bukan sekadar lagu flexing; ia adalah potret gelap tentang hedonisme yang merusak jiwa. Dan itu, pada akhirnya, adalah makna paling dalam dari sebuah lagu.
